Rabu, 17 Desember 2025

Anak Bumi

 Suara Petir Menggema di Langit

Matahari Sembunyi di Balik Awan

Lahir Seorang Anak bersuara Lantang

Ibu dan si kecil Berpelukan


Angin Dingin Datang Dari Utara

Bertemu Kehangatan Garis Khatulistiwa

Ayah Penuh Kegagahan

Senyum Kebahagian Terpancar di Wajahnya


Bunga Mawar Tumbuh Liar

Simbol Keanggunan dan Keindahan

Anak Gadis Lahir di Dunia

Aku Beri Nama Nasrin


Bunga Persia yang berarti Mawar Liar

Kamis, 20 November 2025

Sajak Die

Dunia ini menjemput kematian

Mencari makhluk sesat

Tertindih oleh langit

Di jepit bebatuan jurang


Andai saya di jemput

Siapa lah saya hanya makhluk biasa

Hanya bisa bersukur di bawah langit

Jika sulit , berserah dirilah pada sang Pencipta 

Jumat, 15 September 2023

Waktu Itu

Ketika waktu tidak berulang
Air mata tiadalah ia memilih
Tempat untuk jatuh
Waktu untuk turun

Waktu baik hari ini 
Bagi dua orang bercita-cita
Seiring berjalannya waktu
Jangan lewatkan kesempatan 
 
Bagaimana keadaan kita
Sedih Bahagia
Alam semesta bekerja seperti itu
Antara sanjungan dan umpatan

Demikian tipisnya

Waktu adalah modal utama 
Waktu sering kali dianiaya
Waktu Akan menamparmu
 Biar waktu menjadi obat


Seberapa menyakitkan atau membahagiakan

Kamis, 03 Desember 2020

Perecahan Itu Kematian

Pecah Terbelah Belah

Lautan Ganas Membelah Daratan

Pasir Putih Nan Cantik Hanyut Tinggallah Karang

Berganti Lumpur Pekat akar Mangrove Mengikat

Terlihat Lilitan Ular Akar-Akar Cantik

Mengundang Mangsa Di Air Tenang

Ikan Saling Berebut Tempat

Ular Menunggu Kesempatan

Siapa Terperdaya Mati Menelan Bisa

Kamis, 09 April 2020

BIAS LUKA

Bukan kemarahan bila tidak menyukai
Keraguan dijadikan senjata
Melemahkan semua orang
Tapi semangat memberikan inovasi

Melupakan kesedihan menutup mata
Membayangi kejatuhan dari sebuah usaha
Menutupi dengan senyuman
Menutupi dengan senyuman

Tidak ada yang mengatakan luka bisa berbicara
Sikap menyembunyikan kata kata
Penganti suara suara menutup Hati dan pikiran
Hati Pikiran

Kejujuran pahit balas dengan senyuman
Tertawa riang menutupi tangisan
Sikap gigih dan berjuang
Sekdar untuk melukapan semua

Yang telah T E R J A D I

Jumat, 07 Februari 2020

Kota Berkotak

Hiasan indah terbit terbenam berlatar lautan
Cerah terpancar melintas menembus kota
Tersenyum indah di belakang matahari
Ingat terbenam bergulung ombak ombak

Terbuai tersembunyi di rongga rongga karang
Tak sampai hidup, sudah tak diingat
Siam diam bulan datang tak berkata
Angin membisu lautan

Lari jatuh goresan luka
Teringat lalu waktu itu
Harus melompat jatuh memijak

Ketidakpastian.

Rabu, 31 Juli 2019

GINSENG

Tahun ini waktu cepat berlalu
Hari hari aku lalui bahagia
Sedih
Kesepian

Matahari terbit terbenam
Musim hujan kemarau
Aku bahagia dan menangis
Siapa aku

Apa yang diharapkan dari aku
Seberapa manfaatnya aku
Aku yang tidak berbuah
Tapi

Kulitku bila terluka
Cairannya sangat berharga
Bila daun daun aku petik
Aku bermanfaat

Siapa aku
Aku dipuja puja
Siapa aku
Aku mudah layu

Siapa aku

Minggu, 09 September 2018

Satu minggu sayang

Suara suara deru menyambar diatas awan gelap
Angin bertiup kencang sembari hujan turun setajam jarum
Jatuh menghujam bumi
Air laut menghempaskan ombak ke daratan

Gelap hati
suara suara merdu berbisik
Merasuki otak otak kotor
Jantung berdebar cepat

Waktu terus berputar
tersirat dihati penuh amarah
Tak terbalas ingin marah
Tapi aku sendiri disini

Tanpa ada kamu penyejuk hati
Aku adalah es yang tidak abadi
Aku mulai gundah
Cepat lah kau kemari

Aku hanya butuh kamu
Temani aku hanya 1 minggu
Ku korban kan semua
Agar kau bisa disini

Hanya 1 minggu saja

Senin, 13 Agustus 2018

Sebut saja AYU

Kulihat seorang gadis tertutup jilbab yang cantik
Ayu dan menawan hati
Suaranya Merdu
Terlihat Hatinya Bersih

Setiap Hari aku melihat dia pinggir jalan
Kuperhatikan dia mampir ke tempat ibadah
Kuperhatikan dia mampir ke sebuah tempat makan
Kuperhatikan dia mampir ke tempat perbelanjaan

Aku tunggu iya sampai jam 10 malam
Tak kunjung keluar dari tempat perbelanjaan
Kendaraan yang iya gunakan masih terpakir rapi di tempatnya
Kulihat di seberang jalan ada tempat hiburan

Muncul seorang gadis paras ayu dengan seorang lelaki
Mereka berciuman dan berpelukan
Pipinya merah merona
Iya berjalan mendekati sepeda motor yg terpakir rapi

Saya pun heran dan saya ikuti gadis itu pulang
Menuju arah pinggiran kota yang kumuh
Kulihat iya berhenti di sebuah gubuk di pinggir jalan
Dan aku merasa iba

Tekanan Ekonomi Membuat semua orang melakukan segala HAL
Tanpa ada yang peduli akan keadaan itu.

S e k i a n.

Jumat, 10 Agustus 2018

Kembali ke Padanya

Jiwa ini sangat dalam bahaya
Tergunjang akibat dari kepalsuan
Gelap mata melihat semua
Jiwa ini terguncang

Bahaya Bencana semakin dekat
Kau masih saja lupa
Masih kah engkau bernapas?
Itu semua karena izin Allah SWT

Apa yang kamu dustakan
Semua sudah kau miliki
Apa yang kau dustakan
Kau tersakit, kau telupakan
Hanya Allah SWT yang dapat menyalamatkan mu

Kau
Sujut lah
Bersukur lah
Memohon ampun lah
Hanya kepada Allah SWT

Agar jiwa mu berhenti terguncang.

Senin, 30 April 2018

LONGING UNBEARABLE

There is no day without you remembering

I always remember every second

Longing for love

Longing to love



As I watched the eyes of the day go down

In the land of Ternate

I remember you

And as small as playing on the white sand



If you too miss me

Blanket yourself and child

With my clothes

You will be as comfortable as I am there.



If you are sad to see our child

If you are happy see our child

If you are not stuck

Prostrate yourself to Him

Jumat, 08 September 2017

Dahulukan kebutuhan atau Keinginan



Setiap hari manusia dihadapkan oleh kebutuhan namun pada sisi lain itu hanyalah bentuk keinginan semata didorong kuat orang nafsu dan ambisi. Pada dasarnya manusia sangat membutuhkan segala bentuk kebutuhan, seiring dengan perubahan waktu akan semakin banyak pula kebutuhan yang manusia butuhkan.

Berdasarnya intensitas kebutuhan manusia umumnya terbagi atas 3 (tiga) yakni: primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan yang manusia perlukan dahulu berubah secara drastis di masa depan, penulis contohkan yakni seperti ini: Bila di masa kakek atau tetua kita dulu, kebutuhan pengadaan listrik dan air adalah kebutuhan sekunder dan kendaraan adalah kebutuhan tersier. 

Kini semua kebutuhan di atas malah sudah menjadi kebutuhan primer. Malah sekarang kebutuhan sekunder yakni punya mobil, ada koneksi wi-fi di rumah dan kebutuhan tersier yakni punya Pesawat Ulang Alik NASA.

Apakah kebutuhan dan keinginan sama, mana yang lebih didahulukan?
Kebutuhan lahir saat manusia sangat butuh untuk kelangsungan hidupnya sedangkan keinginan adalah hasrat yang lain saat kebutuhan telah terpenuhi tapi ingin sesuatu yang lebih.

Pengen punya MacBook Pro Retina Display 15’ yang harga puluhan juta tapi penggunaan semata untuk buat buat tugas di Microsoft Office serta main game Zuma dan Soliter. Kebutuhan seperti itu, laptop dengan harga 3 Juta-an saja sudah lebih dari cukup. Duh... keinginan sudah menggerogoti pikiran kita.

Sering banget orang zaman tempo dulu membandingkan apa yang lakukan dulu dengan hal sekarang, misalnya:
Dulu nenek pergi ke sekolah jalan kaki berpuluh kilometer untuk ke pasar, namun kini kalian ke simpang beli kemiri aja ngeluh.

Memang sih, semakin zaman berganti rasa gengsi dan pamer buat segala keinginan menjadi kebutuhan

Manusia modern kini penuh keglamoran yang setiap saat ditayangkan oleh media visual hingga mempengaruhi trend yang berkembang pada masyarakat. Banyak manusia yang butuh pengakuan bahwa dirinya terlihat hebat, kaya, dan masyhur sehingga mengorbankan kebutuhan untuk secercah keinginan.

Mendahulukan kebutuhan lebih utama dan apabila segala kebutuhan telah terwujud ada kalanya keinginan baru dipertimbangkan sebagai kebutuhan

Dengan banyaknya sosial media membuat perang pamer dimulai, dari tempat yang eksotik, tempat mewah, gadget mewah dan benda lainnya. Semua perlu modal yang ngga sedikit, pergi ke tempat makan mewah yang biaya makannya buat kantong jebol, ah ngga apa-apa, biar dibilang teman-teman tajir, dan hasrat pamer terpenuhi. Beli gadget mewah dan mahal, cuma sosial media doang atau notifikasi dari operator. Sungguh hmm banget dah!!!

Bila penemu teknologi tempo dulu hidup kembali, pasti mereka kecewa berat telah menciptakan teknologi terkemuka. Mereka mengira teknologi yang diciptakan bisa memudahkan manusia di masa depan, akan tetapi manusia dari masa depan malah menganggap teknologi terbaru yang mereka miliki sebagai bahan pamer dengan manusia lain yang ngga mampu beli.

Hidup mementingkan keinginan membuat pikiran kita jadi beban dengan keinginan yang lain yang belum terpenuh, sebagai contoh. Banyak orang yang rela memenuhi keinginan beli barang-barang mahal dan mengorbankan kebutuhan wajib.

Misalnya begini: beli sepatu, baju mahal padahal stok di lemari masih banyak hingga mengorbankan gizi buat makan-makanan sehat. Akibatnya uang saku atau gaji menipis membuat sisa bulan hanya bertahan hidup bermodalkan dengan makan Internet (Indomie Telor Kornet). 

Keinginan itu sebenarnya baik tapi bila tidak mendahului kebutuhan sudah termasuk kebiasaan yang menjerumus ke arah sifat pamer 

Dalam merajut cinta pun banyak manusia yang gamang karena kriteria yang dia buat untuk pujaan hatinya. Kadang dia sadar saat pilihan yang terbaik selalu saja terjadi pemberontakan besar dalam jiwa dan memilih mementingkan keinginan. Ingin menyari yang cantik/tampan, kaya, baik, pintar dan tinggi.

Kriteria itu sudah termasuk pada keinginan dan melupakan bahwa kebutuhan yang manusia butuhkan adalah pasangan yang mau dengan kamu dan bila ada seperti kriteria di atas, itu bonus yang wajib kamu syukuri. Menyesal di ujung karena kriteria berdasarkan keinginan ngga menjamin tetapi kriteria berdasarkan kebutuhan adalah jaminan. So... pilih yang mana?
Apa sajakah yang buat kita harus mendahulukan kebutuhan di atas keinginan yakni:

1.        Sadar Diri dan Kondisi
Hidup akan aman-aman saja bila besar tiang dari pasak bila besar pasak dari tiang, siap-siap sajalah ngutang sana-sini. Bila ngga sanggup bayar, siap-siap dikejar-kejar rentenir yang minta bayaran dengan bunga se-gunung. Keuangan sehat lebih keren daripada terlihat punya segalanya tapi itu semua berlandaskan dari hasil hutang atau minjam punya orang lain untuk memenuhi hasrat pamer.

Keinginan yang sangat besar membuat banyak manusia yang ngga sadar diri bahwa dia ngga mampu dan mengaburkan segala kebutuhan

Kondisi mau punya mobil tapi sadari diri ternyata harus nyicil sangat lama dan lebih parahnya lagi tempat tinggal kamu sulit buat masuk mobil karena tinggal di gang atau beli mobil tapi parkirnya malah di jalan.

Kondisi yang membuat tetangga kamu iri, ada baiknya sadar diri, toh dibandingkan memenuhi keinginan ada baiknya kelebihan rezeki yang kamu miliki bisa menolong tetangga yang kesusahan. Pahala dapat dan hati jadi tenteram karena saling membantu sesama.

2.        Banyak Bersyukur
Para koruptor dan pencuri yang berhasil diciduk atau ditangkap petugas selalu modusnya berbeda tapi alasannya sama yakni kekurangan finansial. Niat mereka melakukan tindakan karena didasarkan kurangnya rasa syukur ada yang sudah dimiliki. Sebagai merasa tak pernah cukup segala rezeki yang telah diberikan, banyak orang yang rela mencomot hak dan rezeki dengan cara-cara ngga halal.

Penyebab pertama orang rela melakukan korupsi karena tuntutan hidup yang begitu tinggi, tekanan dari diri sendiri, keluarga, merasa telah ada di puncak dan rasa ngga pernah puas (read: ngga bersyukur).

Rezeki manusia itu ibarat sebuah pohon besar yang daun dan buahnya bisa diraih atau berjatuhan di tanah. Dan semua yang berbuah bisa saja kita petik dengan mudah karena rezeki itu ngga bakalan ketukar ibarat judul film yang kejar rating.

Bila ingin rezeki bertambah ada cara yang benar misalnya dengan sekolah lagi, naik pangkat, dipercaya atasan hingga karier gemilang. Ibaratnya kita perlu punya tangga atau memanjat agar rezeki yang agak tinggi dengan usaha yang benar pula. Atau bisa dibilang ada rezeki yang cuma menunggu bola dan ada pula yang harus turun menjemput bola. 


Bila manusia mau bersyukur atas yang telah didapatkan malahan Allah menambah segala kekurangan dari jalan-jalan yang manusia ngga bisa perkirakan. Misalnya punya usaha, usahanya berjalan sukses atau kariernya lancar tanpa hambatan.

Bila semua orang punya cita-cita dan harapan tapi saat semua jadi ambisi itu adalah  pertautan buruk yang menghalalkan segala cara

Apakah cita-cita, harapan dan ambisi itu sama?

Dalam paradoks hidup, cita-cita itu adalah rasa keinginan yang bersungguh-sungguh pada yang kamu cita-cita, misalnya dulu pengen bange jadi pilot. Takdir berkata lain hingga kamu hanya jadi Cleaning Service di bandara. Walaupun tidak sampai ke tingkat jadi pilot, namun kamu setiap hari bisa melihat pesawat Take Off dan Landing. Bila ada orang yang bertanya kamu kerja di mana? dengan sedikit bangga: saya bekerja di bagian penerbangan. *Alasan yang bagus*

Harapan hampir sama dengan cita-cita, cuma harapan terjadi karena keinginan yang sudah maksimal kamu lakukan dan memohon supaya yang ia inginkan bisa terkabul. Misalnya begini, seorang sales harus bisa menjual produk yang perusahaan tawarkan dengan jumlah tertentu, tapi setelah usaha begitu maksimal hasilnya masih di bawah ekspektasi. Resiko si sales ngga dapat bonus dan bisa-bisa kehilangan pekerjaan.

Ambisi adalah keinginan besar yang dilakukan agar tujuannya tercapai dengan cara apapun, ini sifatnya baik buat melakukan hal yang bermanfaat untuk masyarakat.

Misalnya mega bintang sepak bola sebuah klub ingin mencetak 50 gol dalam semusim, sisi positifnya pemain lain termotivasi meraih kemenangan dan mencetak gol tapi sisi negatifnya buat si mega bintang jadi sangat egois saat memanfaatkan segala peluang dan mementingkan golnya pribadi bukan gelar untuk tim.

Pada sisi tertentu ambisi itu perlu tapi di sisi lain ambisi dianggap terlalu berhasrat dengan tujuanmu hingga melupakan yang bukan tujuanmu

Jadi ada baiknya syukur diberdayakan, toh banyak orang lain yang ingin menjadi seperti diri kita namun kita malah ingin jadi orang lain. Makanya dengan bersyukur kita sadar yang kita punya jadi acuan yang sekarang dimiliki itu cukup. Well... materi itu tanpa batas tapi syukur membatasi bahwa ukuran materi bukan patokan.

3.        Jangan Memaksakan Diri
Sebenarnya semua kita berkecukupan tapi karena ngga bersyukur dan mau lebih sehingga segala pencapaian yang didapatkan selama ini terlihat kurang. Saat itulah dalam benak hati muncul sifat ambisi yang menggebu-gebu. Akhir-akhir ini kita sering banget melihat berita di televisi para buruh melakukan aksi dan demo lebih sering disertai Long March yang bikin macet panjang di Bundaran HI.

Tujuannya tahu untuk apa? Yakni meminta tuntutan kenaikan gaji yang mereka rasa ngga cukup hingga buat pengusaha yang mempekerjakan mereka pusing. Sudah kerja ngga masuk hingga produksi terganggu dan melakukan unjuk rasa yang merugikan banyak pihak.

Banyak pada saat itu orang yang punya pekerjaan tetap tapi kemampuan mereka pas-pasan, sedangkan banyak pengangguran bertitel sarjana dan punya kemampuan mumpuni malah nganggur atau yang sudah bekerja digaji di bawah UMR, namun mereka bersyukur apa adanya.

Keinginan muncul dari hasrat dan  rasa ingin dipuji serta bisa terlihat keren. Apapun dilakukan agar keinginan tercapai walaupun setelah keinginan didapatkan malah kecewa atau susah sendiri misalnya beli mobil mahal-mahal tapi bisa buat ngisi bensin dan saat bayar pajak langsung kelabakan.

Banyak orang yang secara material kurang tapi kenapa mereka hidup mereka sangat bahagia, dan saat penulis tanyakan jawaban sederhana mereka yakni tidak memaksa kehendak, hidup sederhana serta perbanyak syukur.

Bila melihat orang lain bahagia kamu malah ikutan bahagia bukan sebaliknya. Esensi kebutuhan semua kembali pada rasa nyaman, bukan merasa pura-pura nyaman di atas keinginan.

Kamis, 24 November 2016

SepiMu

Cinta pujangga Cahaya
Cinta pagi pergi mengHilang
Cinta Pelangi Warna Warni
Tenggelam semakin tak Tersapa

Hey Gadis muda
Jangan Hanya Membisu Diam
Mari Kita Cerita Bulan
Bercumbu di Pasir Putih

Masih Ingat Kah dahulu kala
Saat kita Belum Bersama
Kulihat dari jauh engkau selalu ceria
Seperti Bumi hanyak Milik Mu....

Tapi engkau Sekarang Terbenam Dalam Kesepian.

Sepi dan sepi
Cerita namun Sepi
Cerah Namun hanya bayangan
Sekarang engkau Hanya Gadis Bayangan

Terlupakan ditelan lautan
Tanpa ada satupun yang melihat
Menjadi karang didasar laut
Terlupakan dalam gelapnya Dasar Laut

Gadis malang,  gadis yang sembunyi dalam bayang bayang kesepian.....

Senin, 21 November 2016

KAMU

HEI GADIS HEI MANIS
PESONA KAMU MENGINGATKAN AKU
LAUTAN LUAS TIDAK TERKALAHKAN
BINTANG BINTANG ITU ADALAH KAMU

NAMA KAMU INDAH DAN AKU MEMANGGIL KAMU BUNGA
TARIAN BIBIRMU SEIRAMA SEINDAH LEKUK TUBUH KAMU
KULIT KAMU PUTIH TANPA BERCAK
KAMU SEXY.... BOLEH AKU MEMAINKAN BIOLA KAMU

MATA AKU TETAP MELIHAT KAMU
DISAAT KAMU BERBICARA SEAKAN AKAN BIBIR KAMU MENGHIPNOTISKU
JIKA AKU BOLEH MERAYU KAMU DAN MENIKMATI KAMU
APAKAH KAMU MAU DAN MAU

AKU TIDAK HABIS PIKIR
BAYANG BAYANG KAMU MENGUNCANG HATI AKU
BUNGA..... BUNGA.... BUNGA....
BERSAMA KITA BERSUKA RIA MENARI DAN MENARI

MALAM SAMPAI LARUT MALAM PAGI SAMPAI PAGI
BERGOYANG MENARI TARIAN JENIS APASAJA
MINUM DAN MINUM SAMPAI TAK SADARKAN DIRI
REBAH DAN JATUH DI ATAS KASUR

BUNGA

KAMU

BEGITU

MEMPESONA

HATI

AKU

Jumat, 21 Oktober 2016

S E R I U S

Serius itukah yang kau lakukan
Serius itukah kau mencerca
Serius itukah kau berbuat
Tidak mungkin kau harus begini terus

Kesabaran adalah obat terbaik
Serius merasakan kesulitan dan cercaan
Serius itu kah kau bersabar
Serius itu kau tidak membalas

Kelakuan mu serius itu kah
Kesombongan yang kau perbuat
Keserakahan yang kau perbuat sendiri
Kau lupa , kau serius untuk berbuat itu

Perubahan dalam segala hal itu manis
Perubahan itu serius kau iklas
Kemanisan yang kau tampakkan apa benar
Kau lupa, serius mu bukan itu

Dengan disiplin dirimu banyak hal yang kau perbuat
Serius kau pandai menyimpannya
Serius kau menjaga mereka mereka
Kau lupa, kau serius sok suci

Tahu kau menjadikan hidup berarti
Serius kau menghargainya
Serius kau tak mendustakannya
Kau lupa, kau serius mendustakannya

Mimpi mu dan dirinya penting untuk hidup
Serius kau bermimpi untuk mereka
Serius kau, bermimpi
Kau lupa, kau bermimpi untuk dilewati

Hidup itu sebuah lagu hebat terdengar manis
Serius musik kau dengar manis
Serius kau yakin dengan musik itu
Kau lupa, hidupmu hanya diatur dengan musik

Tuhan membiarkan semuanya terjadi dengan satu alasan
Semua itu adalah sebuah proses belajar, dan
Kamu harus melewati setiap tingkatannya (Mike Tyson)
"S E R I U S   B R O"


Sabtu, 29 Agustus 2015

Sudah lama tidak menulis

Bukan sekuntum bunga jika tidak kamu petik
Bukan pula luka jika tidak disayat
Walau kamu manis sayang kamu belum terpetik
Walau kamu menahan luka itu...Lebih baik kamu sayat

Tidak perlu kamu menangis
Tidak ada yang melihat
Kamu hanya perlu bahagia
Pasti semua melihat

Jika hanya pujian yang engkau cari
Jika bukan uang apa lagi
Apa lah itu semua hanya sesaat
Lebih baik engkau berbuat dari pada mencari

Jika 1 adalah 2 menjadi 3
Lebih baik 10 dibagi 2 menjadi 5
Sendiri hanya menghasilkan 2 sampai 3
10 dapat menghasilkan 2 sampai 5

Jumat, 10 April 2015

Pergi ke kota lain

Pikiran kosong dan hampa
Berjalan pun tidak melihat langkah
Hanya melihat titik di depan
Titik bercahaya merah

Walaupun sudah berkotak - kotak
Namun belum sesuai harapan
Kotak itu belum juga terisi penuh
Semua belum sempurna itulah manusia

Jauh dari sahabat
Sedikit mengganggu pikiran
Terlalu dekat dengan musuh
Hanya membuat perseteruan

Pergi itu adalah pilihan
Dari pada mendengar suara - suara kebencian
Pergi kekota lain sudah pasti
Dari pada dekat kota dimana ku bersandar

Senin, 05 Januari 2015

Si kucing ikan dan Sitikus keju



Si kucing hidupnya begitu bahagia

Setiap hari diberikan makanan enak


Tulang lezat besert susu lezat, tetapi


Si kucing belum kenyang juga


 


Sikucing “meong meong” suaranya


Simajikan berikan ikan segar


Sikucing kegirangan dan lahap memakannya


Tidak begitu lama sikucing menelan tulang keras


Tersangkut dilehernya


 


Lalu iya mati meregang nyawa


Sitikus langsung keluar sarang


Iya tertawa terbahak bahak


Sitikus hidupnya di daerah kotor selokan yang gelap


Iya suka dengan makanan keju


Karena sikucing tidak ada lagi


 


Iya puas memakan apa saja


Terus dan terus dengan serakahnya tanpa henti


Tanpa disadari iya terperangkap dan terjepit lehernya


Lalu mati dengan cepat

Rabu, 23 Mei 2012

Pancasila



Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta:pañca berarti lima dan Å›Ä«la berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila

  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945Yaminmerumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di IndonesiaMohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[1]
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :

[sunting]Hari Kesaktian Pancasila

Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 Septemberdiperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S-PKI dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.

[sunting]Butir-butir pengamalan Pancasila [2]

Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
36 BUTIR-BUTIR PANCASILA/EKA PRASETIA PANCA KARSA
A. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
B. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
C. SILA PERSATUAN INDONESIA
  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
D. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
E. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia.

[sunting]Sila pertama


Bintang.
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

[sunting]Sila kedua


Rantai.
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

[sunting]Sila ketiga


Pohon Beringin.
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

[sunting]Sila keempat


Kepala Banteng
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

[sunting]Sila kelima


Padi Dan Kapas.
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.